another lesson
alhamdulillah kakek nenek jayapura tiba di rumah kami, setelah dulu datang waktu ayah wisuda s2 dan syafiq lahir, sekarang syafiqnya sudah mau 3 tahun bulan september nanti, dan ayah insyaAllah sudah mulai siap2 mau apply beasiswa s3, ngga kerasa ya subhanallah...
awalnya sejak setelah pemilu rencananya nenek dan kakek jpr mau diterbangkan ke sini, tapi mengingat harga tiket pesawat yang mahal sekali jadi keberangkatannya ditunda terus, sampai hari senin minggu lalu pas lagi jemput salman pulang sekolah, tiba2 saya diwasap untuk transfer harga tiket garuda yang sudah turun jadi 3juta per orang, itu aja alhamdulillah karena bulan2 lalu, harga tiket dari jayapura sekitar 6jutaan,
dari beli tiket senin sampai berangkat hari kamis saya yakin nenek jayapura persiapannya luar biasa karena mendadak banget kalo menurut saya, nah qadarullah hari kamis itu ada jam ngajar pertemuan terakhir di semester ini sebelum ujian akhir semester, 2 kelas pulak, jadi sayang kalo dilewatkan, karena biar sekalian mohon maaf kalau ada salah2 kata dan juga mau review materi ajar rekap seluruh pertemuan, maka saya ngga ikut jemput nenek dan kakek di bandara, yang ke sana adalah ayah beserta shabran, karena salman sekolah ada ujian praktek, syafiq di rumah sama bibi biar ayah ngga rempong,
saat saya tiba di rumah setelah ngajar dan bersalam2an, subhanallah ternyata semuanya dibawa darisana sampai penggorengan 2 biji, bahkan jeruk limo jayapura juga dibawa,
pelajarannya adalah saya dikelilingi ibu2 yang hobi masak dan makan masakan sendiri, paling anti beli di luar, dan selalu setiap waktu inginnya masak untuk keluarga, jadi inget mama saya yang apa2 selalu masak sendiri, bahkan kalo saya pulang ke rumah mama saya sibuk aja utek2 di dapur membuat segala macam makanan, dan maunya setelah matang langsung dihabiskan saat itu juga, abis itu lanjut masak lagi, setiap waktu adalah waktu masak dan makan, subhanallah,
padahal kalo menurut saya, manusia tidak diciptakan hanya untuk makan sepanjang hari, ada waktu untuk ngaji, untuk jalan2, untuk baca2, dan ngga usah kelamaan berkutat di dapur, Rasul saw aja makan hanya untuk menegakkan punggung, secukupnya saja,
tapi mungkin karakter setiap manusia berbeda2, dan sangat bersyukur masih bisa bertemu dengan kedua orangtua ayah, semoga sehat selalu aamiin...
Komentar
Posting Komentar