"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5–6) Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ath-Thabrani) Dalam kehidupan, setiap orang pasti memiliki masalah. Ada masalah ekonomi, kesehatan, pekerjaan, pendidikan anak, hubungan keluarga, bahkan konflik dalam rumah tangga. Ketika masalah datang bertubi-tubi, tidak sedikit orang yang berkata, "Saya sedang banyak masalah. Saya mau fokus mengurus diri sendiri dulu. Tidak usah memikirkan orang lain." Sekilas kalimat ini terdengar logis. Namun benarkah Islam mengajarkan bahwa ketika kita memiliki masalah, kita harus berhenti peduli kepada orang lain dan hanya berkutat dengan persoalan diri sendiri? Masalah Adalah Bagian dari Kehidupan Manusia Islam tidak pernah menjanjikan hidup tanpa masalah. Allah SWT berfirman: "Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan,...
Ada fase dalam hidup ketika lelah bukan lagi soal fisik, tetapi soal hati yang terlalu lama menahan. Menahan ekspektasi. Menahan perbandingan. Menahan rasa “seharusnya aku bisa lebih”. Di titik itu, saya belajar satu hal yang tidak mudah: berdamai dengan diri sendiri dan semua keadaan. Berdamai dengan Diri Bukan Berarti Menyerah Banyak orang salah paham. Berdamai sering disangka kalah, pasrah, atau berhenti berjuang. Padahal tidak. Berdamai adalah berhenti memukul diri sendiri atas hal-hal yang memang berada di luar kendali. Berdamai adalah mengakui bahwa kita manusia — terbatas, lelah, dan tidak selalu ideal. Saya tetap berusaha. Saya tetap belajar. Saya tetap berjalan. Tapi tanpa membenci diri sendiri di setiap langkah. Berdamai dengan Jalan Hidup yang Tidak Sama Ada orang yang jalannya cepat. Ada yang penuh sorotan. Ada yang terlihat “lebih berhasil”. Dulu saya sering bertanya dalam hati: “Kenapa bukan aku?” “Kenapa jalanku terasa lebih pelan?” Sampai akhirnya saya sadar: hidup buka...
Qia tanya, ibu kapan berhenti kerjanya, pas tadi sore dia dengar saya nyebut kata wisuda dia tanya, wisuda itu apa, sudah selesai kerjanya ya? Ya Allah besok juga ibu mau nak selesai kerjanya, bahkan dari sejak kakak salman masih bayi, ibu selalu bermimpi berhenti kerja, tapi rasa takut ini dan itu yang membuat ibu balik lagi ke kantor, absen pagi dan sore Beberapa hari ini qia bilang, boleh ngga aku di rumah aja, ibu aja ke kantor sendirian, aku sama ayah di rumah pas ayahnya udah sampai di rumah, katanya aku capek ikut ibu terus tiap hari, aku mau di rumah, Ya Allah... Ini harus bagaimana ya, kalau lagi pro sama kantor, akhirnya saya bilang yaudah ibu mau belajar nyetir aja biar bisa bawa mobil sendiri ke kantor jadi qia di rumah aja, tapi pas lagi pro rumah, ya emang enak di rumah, kalo udah cape bisa tidur ngga perlu mikir balik lagi ke kantor sorenya kalau hari senin - Kamis Tapi ya itu lah manusia, yang udah pns mau berhenti, yang udah di rumah mau kerja biar pun...
Komentar
Posting Komentar