Postingan

Hari Pernikahan: Bukan Sekadar Mengenang, tetapi Memperbarui Niat Menuju Surga

Setiap tanggal pernikahan bukan hanya penanda bertambahnya usia sebuah rumah tangga. Ia adalah momen untuk berhenti sejenak, mengingat kembali janji suci yang pernah terucap di hadapan Allah, lalu memperbarui niat untuk terus berjalan bersama menuju surga. Di awal pernikahan, banyak pasangan membayangkan kehidupan yang indah tanpa banyak ujian. Namun seiring waktu, Allah menghadirkan berbagai fase kehidupan: hadirnya anak-anak, tanggung jawab pekerjaan, tantangan ekonomi, perbedaan pendapat, kelelahan, bahkan air mata. Semua itu bukan tanda bahwa pernikahan gagal, melainkan bagian dari proses Allah mendidik dua insan agar semakin matang dalam iman dan kasih sayang. Allah SWT berfirman: «"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)» Sakinah bukan berarti rumah tangga tanpa masalah. Sakinah adalah ke...

Ketika Hidup Terasa Penuh Tuntutan: Belajar Kembali Mencari Ridha Allah

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa semua orang memiliki harapan kepada kita. Sebagai seorang ibu, kita ingin anak-anak tumbuh sehat, bahagia, dan menjadi pribadi yang saleh. Sebagai istri, kita ingin menjadi pendamping yang menguatkan suami. Sebagai anak, kita ingin membahagiakan orang tua. Sebagai pekerja, kita ingin menjalankan amanah dengan baik. Di tengah semua itu, kita juga memiliki cita-cita dan panggilan hidup yang ingin diwujudkan. Lalu, ketika ada satu komentar yang terdengar sederhana, seperti, "Jangan dipaksa masuk pesantren, badannya kurus," hati tiba-tiba terasa sesak. Bukan semata karena kalimat itu, tetapi karena kita merasa semua usaha yang telah dilakukan seolah tidak terlihat. Padahal, tidak semua kritik berarti kita telah gagal. Terkadang, itu hanya menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Orang tua sering kali berbicara dari rasa sayang dan kekhawatiran. Suami berbicara dari beban tanggung jawab yang dipikulnya. Anak-a...

Ketika Punya Masalah, Haruskah Berhenti Peduli kepada Orang Lain? Perspektif Islam tentang Ujian, Tanggung Jawab, dan Kebermanfaatan

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5–6) Rasulullah ï·º bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ath-Thabrani) Dalam kehidupan, setiap orang pasti memiliki masalah. Ada masalah ekonomi, kesehatan, pekerjaan, pendidikan anak, hubungan keluarga, bahkan konflik dalam rumah tangga. Ketika masalah datang bertubi-tubi, tidak sedikit orang yang berkata, "Saya sedang banyak masalah. Saya mau fokus mengurus diri sendiri dulu. Tidak usah memikirkan orang lain." Sekilas kalimat ini terdengar logis. Namun benarkah Islam mengajarkan bahwa ketika kita memiliki masalah, kita harus berhenti peduli kepada orang lain dan hanya berkutat dengan persoalan diri sendiri? Masalah Adalah Bagian dari Kehidupan Manusia Islam tidak pernah menjanjikan hidup tanpa masalah. Allah SWT berfirman: "Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan,...

Silent Treatment dalam Pernikahan: Ketika Diam Menjadi Bentuk Luka yang Tak Terlihat

"Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) secara patut..." (QS. An-Nisa: 19) Rasulullah ï·º bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku." (HR. Tirmidzi) Pernikahan dalam Islam dibangun di atas fondasi sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Namun dalam realitas rumah tangga, konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Yang menjadi masalah bukanlah adanya konflik, tetapi bagaimana pasangan menyelesaikannya. Salah satu bentuk konflik yang sering terjadi namun jarang disadari dampaknya adalah silent treatment. Apa Itu Silent Treatment? Silent treatment adalah perilaku sengaja mengabaikan pasangan dengan cara tidak berbicara, tidak merespons, tidak menunjukkan perhatian, atau menolak berkomunikasi dalam waktu tertentu sebagai bentuk hukuman, protes, atau kontrol. Berbeda dengan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri, silent treatment dilakukan ...

Ketika Suami Menjadi Anak yang Berbakti dan Ayah yang Baik, Tetapi Melupakan Istrinya

Allah SWT berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21) Rasulullah ï·º bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi) Ayat dan hadis di atas mengingatkan bahwa tujuan pernikahan dalam Islam bukan sekadar membangun rumah, menghasilkan keturunan, atau memenuhi kebutuhan materi. Pernikahan adalah ikatan yang dibangun di atas ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Karena itu, ukuran keberhasilan seorang suami tidak hanya dilihat dari seberapa besar penghasilannya atau seberapa tinggi kedudukannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan istrinya. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit ditemukan sosok suami yang dikenal sangat baik kepada ...

Growth Mindset for Muslimah dalam Pandangan Islam

🌷 Growth Mindset for Muslimah dalam Pandangan Islam (Bertumbuh dengan Iman, Berdaya dengan Taqwa) Istilah growth mindset sering dipahami sebagai pola pikir berkembang — keyakinan bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, belajar, dan ketekunan. Dalam perspektif modern, konsep ini dipopulerkan oleh Carol Dweck, yang membedakan antara fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir berkembang). Namun jauh sebelum istilah ini dikenal, Islam telah menanamkan prinsip bertumbuh dalam iman, ilmu, dan amal. Bagi seorang muslimah, growth mindset bukan sekadar ambisi duniawi, tetapi proses menjadi hamba Allah yang semakin baik setiap hari. 🌿 1️⃣ Islam Agama yang Mendorong Pertumbuhan Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah ï·º adalah: “Iqra” (Bacalah) – (QS. Al-‘Alaq: 1) Perintah membaca adalah simbol perintah belajar dan berkembang. Dalam Islam, stagnasi bukanlah sikap ideal. Seorang muslimah justru didorong untuk terus: Menambah ilmu Memperbaiki akhlak Meningkatkan k...

Meluruskan Niat di Tengah Pengaruh Sistem Sekuler Kapitalis

Meluruskan Niat di Tengah Pengaruh Sistem Sekuler Kapitalis Abstrak Artikel ini mengkaji konsep meluruskan niat dalam Islam serta tantangan yang dihadirkan oleh sistem sekuler kapitalis terhadap orientasi niat individu dan kolektif umat. Sistem sekuler kapitalis tidak hanya membentuk struktur ekonomi dan politik, tetapi juga memengaruhi cara pandang manusia terhadap tujuan hidup, makna kesuksesan, dan standar nilai. Dengan pendekatan normatif-analitis dan kajian konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa dominasi nilai-nilai kapitalistik berpotensi menggeser niat dari orientasi ibadah kepada orientasi materialistik dan utilitarian. Artikel ini menegaskan urgensi pelurusan niat sebagai fondasi perbaikan individu dan masyarakat, serta pentingnya kesadaran ideologis Islam dalam menghadapi hegemoni sistem sekuler kapitalis. Kata kunci: niat, sekularisme, kapitalisme, ideologi Islam, orientasi hidup. Pendahuluan Niat merupakan inti dari setiap amal dalam Islam. Rasulullah ï·º menegaskan bahwa ...

Bertaubat dari Riba: Melawan Jerat Kapitalisme Sekuler

Bertaubat dari Riba: Melawan Jerat Kapitalisme Sekuler Oleh: Nurul Maharani Riba kerap dipersepsikan sebagai kesalahan individu: kurang iman, kurang ilmu, atau lemah kontrol diri. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Di era modern, riba bukan hanya praktik ekonomi personal, melainkan produk sistemik dari kapitalisme sekuler yang menjadikan bunga sebagai tulang punggung ekonomi. Islam secara tegas mengharamkan riba. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275). Bahkan, Allah dan Rasul-Nya menyatakan perang terhadap pelaku riba yang enggan berhenti (QS. Al-Baqarah: 279). Namun, di bawah sistem ekonomi kapitalisme sekuler, riba justru dinormalisasi, dilegalkan, dan dipromosikan sebagai keniscayaan pembangunan. Kapitalisme Sekuler dan Normalisasi Riba Kapitalisme sekuler memisahkan agama dari pengaturan ekonomi. Nilai halal-haram dikeluarkan dari ruang publik, digantikan oleh asas untung-rugi dan pertumbuhan tanpa batas. Dalam sistem ini, uang diperlakuka...

bagaimana cara mengenal diri?

Pentingnya Mengenal Diri dan Bagaimana Cara Mengenalnya Mengenal diri adalah proses memahami siapa kita, apa potensi yang Allah titipkan, serta bagaimana peran terbaik yang bisa kita jalani dalam hidup. Tanpa mengenal diri, seseorang mudah lelah, bingung arah, dan merasa hidupnya tidak bermakna meski terlihat sibuk. Mengapa Mengenal Diri Itu Penting? 1. Menentukan arah hidup Orang yang mengenal dirinya tahu ke mana ia melangkah. Keputusan hidup—pendidikan, pekerjaan, peran keluarga—tidak diambil asal, tapi selaras dengan nilai dan tujuan. 2. Mengoptimalkan potensi Setiap manusia diciptakan unik. Ketika potensi dikenali, energi hidup tidak habis untuk meniru orang lain, tetapi fokus pada keunggulan yang dimiliki. 3. Menjaga kesehatan mental dan emosi Mengenal diri membuat kita lebih menerima diri sendiri, tidak mudah membandingkan, dan lebih bijak menyikapi kegagalan. 4. Memperbaiki hubungan dengan orang lain Orang yang paham dirinya cenderung lebih empatik dan tidak memaksakan kehendak...

berdamai dengan diri dan keadaan

Ada fase dalam hidup ketika lelah bukan lagi soal fisik, tetapi soal hati yang terlalu lama menahan. Menahan ekspektasi. Menahan perbandingan. Menahan rasa “seharusnya aku bisa lebih”. Di titik itu, saya belajar satu hal yang tidak mudah: berdamai dengan diri sendiri dan semua keadaan. Berdamai dengan Diri Bukan Berarti Menyerah Banyak orang salah paham. Berdamai sering disangka kalah, pasrah, atau berhenti berjuang. Padahal tidak. Berdamai adalah berhenti memukul diri sendiri atas hal-hal yang memang berada di luar kendali. Berdamai adalah mengakui bahwa kita manusia — terbatas, lelah, dan tidak selalu ideal. Saya tetap berusaha. Saya tetap belajar. Saya tetap berjalan. Tapi tanpa membenci diri sendiri di setiap langkah. Berdamai dengan Jalan Hidup yang Tidak Sama Ada orang yang jalannya cepat. Ada yang penuh sorotan. Ada yang terlihat “lebih berhasil”. Dulu saya sering bertanya dalam hati: “Kenapa bukan aku?” “Kenapa jalanku terasa lebih pelan?” Sampai akhirnya saya sadar: hidup buka...

Tetap Semangat

Ada hari-hari ketika semangat mengajar bukan datang dari rasa senang, melainkan dari kesadaran bahwa ini adalah amanah yang harus ditunaikan. Aku berada di fase hidup di mana banyak hal ingin diperjuangkan. Banyak kegelisahan tentang umat, pendidikan, dan masa depan. Namun Allah belum menempatkanku di semua medan itu. Hari ini, Allah menempatkanku di ruang kelas. Di sanalah aku belajar tentang ikhlas. Bahwa bekerja tidak selalu disertai tepuk tangan. Bahwa mengajar tidak selalu langsung terlihat hasilnya. Bahwa niat sering diuji justru saat lelah, jenuh, dan merasa “apakah ini berarti?” Ikhlas ternyata bukan perasaan yang datang sekali lalu selesai. Ia adalah niat yang terus diperbarui. Setiap kali melangkah ke kelas, aku belajar berkata dalam hati: “Ya Allah, aku lakukan ini karena-Mu. Terimalah meski sedikit.” Lalu datang pelajaran berikutnya: sabar. Sabar menghadapi mahasiswa dengan berbagai karakter. Sabar menghadapi sistem yang tidak selalu ideal. Sabar pada diri sendiri yang kada...

kata qia

Qia tanya, ibu kapan berhenti kerjanya, pas tadi sore dia dengar saya nyebut kata wisuda dia tanya, wisuda itu apa, sudah selesai kerjanya ya?  Ya Allah besok juga ibu mau nak selesai kerjanya, bahkan dari sejak kakak salman masih bayi, ibu selalu bermimpi berhenti kerja, tapi rasa takut ini dan itu yang membuat ibu balik lagi ke kantor, absen pagi dan sore Beberapa hari ini qia bilang, boleh ngga aku di rumah aja, ibu aja ke kantor sendirian, aku sama ayah di rumah pas ayahnya udah sampai di rumah, katanya aku capek ikut ibu terus tiap hari, aku mau di rumah,  Ya Allah...  Ini harus bagaimana ya, kalau lagi pro sama kantor, akhirnya saya bilang yaudah ibu mau belajar nyetir aja biar bisa bawa mobil sendiri ke kantor jadi qia di rumah aja, tapi pas lagi pro rumah, ya emang enak di rumah, kalo udah cape bisa tidur ngga perlu mikir balik lagi ke kantor sorenya kalau hari senin - Kamis Tapi ya itu lah manusia, yang udah pns mau berhenti, yang udah di rumah mau kerja biar pun...

nengok salman (November 2025)

Setelah sekian lama ngga nengok salman ke sekolahnua, hari minggu ini saya, ayahnya dan shabran syafiq shidqia kembali berangkat ke anyer,  Terakhir nengokin salman di sekolahnya itu tanggal 20 September, setelah itu salman libur satu minggu pulang ke rumah naik travel sama teman temannya dari sekolah, dan balik lagi naik travel juga, abis itu salman jadwal berangkat study tour ke Jogja semarang sama sekolahnya, pulangnya langsung ke sekolah, dan abis itu pun belum nengokin lagi, MasyaAllah,  Dan sabtu kemarin Salman nelpon katanya mau pulang sendiri dari sekolah, mau naik kereta atau ngga naik bis katanya, kalau dari bogor ke rumah sih silakan aja karena dekat, nah ini dari anyer belum pernah nyoba naik kereta tiba tiba dia mau pulang sendiri, walaupun  udah 15 tahun tapi ngebayanginnya serem aja gitu, dan saya ngga punya ide bisa naik apa lagi Salman dari sekolahnya kalau mau pulang, ayahnya pun ngga ada sinyal setuju, dan Salman tetap kekeuh mau pulang, bingung deh ibu...

life nowadays

Alhamdulillah akhirnya minggu lalu saya selesai ikut graduation STC, tampil via zoom, PR nya adalah whats next setelah selesai ikut pelatihan ini?  Alhamdulillah tadi saya diminta ngisi materi ada acara di rumah seorang ibu, yang pernah saya datang waktu anaknya mau nikah dan juga pas baru lahir cucunya si ibu yang punya rumah.  Datang jam1 diawali ngaji surat yasin, surat al waqiah, Ar-Rahman, dan juga sholawatan berapa lagu pakai rebana, MasyaAllah ibu-ibunya semangat, terus sambutan tuan rumah, dan juga baru deh giliran saya, mulai menyampaikan setelah selesai azan ashar,  Apa karena saya udah nunggu dari jam1 ya jadi paling rasanya cuma keringat bercucuran alhamdulillah ngga pake tangan dingin, saya pun bawa kitab buat rujukan biar ngga ngeblank, kalau pake feedback sih bakalan banyak banget yang harus dikoreksi, bismillah mudah2an bisa lebih baik seiring nambah banyak pengalaman menyampaikan

next training

tanggal 8 oktober 2025, alhamdulillah sudah mengikuti pelatihan kedua, yaitu stc, di awal-awal rasanya excited banget tapi kemudian kesininya mikir lagi, apakah saya cocok jadi trainer, tapi at least di pelatihan ini saya belajar bahwa ketika mau berbicara harus jelas dulu orang yang ngomong harus berintegritas, jangan hanya mengandalkan modul, bicarakan yang sudah dilakukan, jadi ada cerita pengalaman dirinya, intinya itu ada personal, content dan juga delivery, dari sisi konten materi yang disampaikan harus ada why, what, how to dan call to action serta pesan utama, kemudian dari sisi delivery harus memperhatikan berapa lama waktu kita akan dikasih kesempatan bicara, sama harus ada intonasinya dan berekspresi, nah ini pr banget buat saya yang manusia datar bin lempeng aja,  satu hikmah yang saya dapat dari ikut pelatihan ini adalah saya dapat inspirasi untuk ikut pelatihan berikutnya, awalnya mau ikut pelatihan hypnotherapy, tapi teman sekamar saya pas pelatihan happy conselor ad...

sabtu silaturahmi

Jam 00.27 Sekitar jam8 malam tadi salman nelpon pakai HP pembina asramanya, nanyain apakah besok kita akan nengok ke sekolahnya, InsyaAllah, udah sebulan ngga ke sekolah salman, kalau pas masih di bogor, kalau seminggu sekali salman bisa pulang sendiri naik kereta, tapi sekarang jauh MasyaAllah, ibu ngga bisa bawa mobil sendiri jadi harus nungguin ayah, padahal besok itu hari sabtu mau ngaji, tapi bismillah ijin dulu aja, karena si anak bujang mau keluar katanya, mungkin dia bosen di sekolah melulu, dan syafiq ada tugas kelompok di rumah temannya, jam 10 di rumah ubay, dan dia pun nanya " bu kalo jam 10 jadi jam6 aku udah harus siap ya bu? ", Padahal berangkat sekolah yang masuk setengah 7 aja ngga kayak gitu excitednya, first time anak kelas 3 kerja kelompok di rumah teman,  MasyaAllah Dan hari ini Bada ashar saya maraton mengunjungi rumah 3 orang ibu, untuk ngajak ngaji bareng lagi, sebelumnya ibu2 ini suka ikut ngaji di rumah, tapi karena ada split kelompok jadi ada yang d...

zoom vs setrikaan

Menjelang jam11 malam, rasanya pengen ngerjain semuanya sendiri, tapi ternyata ada kalanya ngga sanggup jadi harus tidur dulu,  Dari hari senin kemarin saya dapat tugas tambahan ngajar diklat via zoom, terakhir tahun lalu, dan baru lagi ngajar diklat tahun ini, yang biasanya senin itu cuma ngajar kampus sampe jam12 aja, dan alhamdulillah masih online berkah kerusuhan kemarin, nah minggu ini jam1. 30 saya standby lagi di zoom sampe sore, pas on Cam nya sih semangat tapi setelahnya lemes banget rasanya, abis itu masih lanjut dari rumah balik lagi ke gandul absen sore, jadi inget kata pak jml, pergi pagi pulang petang pegel dll,  p17 katanya,  Lanjut lagi zoomnya di hari rabu, awalnya next lanjut di hari Kamis, ternyata kamis saya ngga bisa karena takziah, jadinya tetap di jadwal hari jumat ini, dari jam8 pagi sampe jam3 sore,  Udah bingung mau bahas apa lagi ya, karena materinya itu aja udah dibahas semua, dan saya pun nyari di chatgpt alhamdulillah dapat bahasan tamba...

innalillahi

Bismillahirrahmanirrahim..  Hari ini dapat pelajaran real lagi tentang kematian, innalillahi WA inna ilaihi rojiun... Ibunya mba f meninggal dunia, beberapa hari lalu mama saya nelpon bahwa istrinya mas b ngasih tau bhw ibunya lagi sakit, saya udah rencana dan udah bilang ke ayah bahwa jumat siang abis sholat jumat kita mau kesana nengokin, mama dan bapak mau diajakin naik gocar aja ke rumah, dan baru ayah yang bawa mobil sampai rumahnya di depok. Qadarullah ibunya meninggal tadi pagi, saya baru baca wasap, mba f dan kak i wasap dan nelpon saya dari subuh tapi saya baru wasap jam8 setelah selesai beresin anak2 sekolah dan anter qia dan juga absen pagi ke kantor, sampai nyusul ke rumah duka jam9, sudah ada bapak saya dan ade saya,  Ibunya mba f lagi dikafanin, terlihat wajahnya yang pucat ya Allah... Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima amal sholehnya Aaamiin...  Berkaca pada diri sendiri suatu hari saya pun akan merasakan itu ya Allah, betapa hidup itu sing...

hari ke3 di rs

Hari rabu masuk, kamis dan hari ini jumat malam, rasanya kayak bertahun tahun tinggal di kamar ini, alhamdulillah qia udah baikan kondisi, masih diinfus karena tipes itu bikin ngedrop banget kali ya, jadi harus masuk banyak cairan,  Dapat benefit dari kantor ayah bisa nempatin kamar VIP, luas dan cuma kita sendiri, ada meja makan bulat kecil dari kayu dan dua kursi empuk besar, ada 2 sofa juga, plus kulkas kecil, tapi tetep enakan sehat karena kalau sakit ngga bisa dinikmati, tapi bersyukur aja deh bisa merasakan disini daripada umpel-umpelan yang satu kamar 4 pasien, alhamdulillah.  Besok sabtu siang harusnya mau sharing di acara ibu2 yang rumahnya selametan baru pindah dan juga aqiqah, tapi besok belum jelas bisa ajak qia pulang atau masih stay, tapi ayah yang udah mulai bosen bolak balik rumah rs, karena pas SC aja cuma 3 hari deh di rs nah ini besok udah hari ke4. 

syafakillah qia sayangkuuu

Bismillahirrahmanirrahim Jam 21:19 Di RS dekat rumah, shidqia qadarullah panas sudah beberapa hari dan tiap malam rewel mengeluh sakit badannya, tadi pagi dibawa ke dr k, dan diperiksa darahnya, ternyata hasil labnya qia tipes. Sebelumnya berdoa ya Allah smoga hasilnya ngga mengkhawatirkan ternyata harus dirawat kata dr k, padahal terjadwal hari rabu jam1 siang mau sharing sama ibu2 di rumah, akhirnya kirim wasap acara di rumah ngga jadi siang tadi.  Mungkin ini cara dari Allah supaya lebih dekat sama qia, menghadirkan seluruh diri ibu untuk qia, jadi dikasih sakit yang memang harus berdua sama ibu di RS, masyaAllah Hari jumat, sabtu dan minggu kemarin saya ikut pelatihan STC di bogor, jumat pagi berangkat duluan karena kelasnya dimulai jam8, terus siang menjelang sore ayah nyusul bersama qia, shabran dan syafiq, sore itu anak anak pada renang, padahal qia belum makan yang cukup pas berangkat dari rumah ke Bogor, habis renang badannya anget terus malam itu alhamdulillahnya mau disu...